Top Tags
  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Unit Donor Darah (UDD) PMI Lampung mencatat permintaan darah untuk kepentingan medis di Lampung sebanyak 200—350 kantor per bulan. Namun, jumlah pendonor yang datang secara sukarela ke Kantor UDD PMI Lampung hanya 50—100 orang per bulan. Untuk menutupi defisit stok, kegiatan sosial donor darah massal menjadi andalan.

“Kami sangat beruntung ada perusahaan seperti Regional 7 PTPN I ini yang secara rutin menggelar donor darah massal. Jika tidak ada, pasti kami tak mampu melayani permintaan darah yang datang dari berbagai rumah sakit di seluruh Lampung,” terang Eko Budi Susanto, dokter pelaksana donor darah dari UDD Pembina PMI Provinsi Lampung di sela melayani pengambilan darah di Gedung Kolaboratif Regional 7 PTPN I Bandar Lampung, Rabu (25/4).

Didampingi Hardan, petugas medis dari UDD PMI Lampung, Eko mengatakan, peran organisasi, kelompok masyarakat, maupun instansi yang mengagendakan donor darah massal sangat membantu penyediaan stok darah di Provinsi Lampung.

Eko menambahkan, Regional 7 PTPN I adalah salah satu perusahaan BUMN yang sangat konsen dan berkomitmen tinggi terhadap masalah kemanusiaan, terutama donor darah. Dalam catatan data UDD PMI Lampung, Regional 7 PTPN I yang semula bernama PTPN VII selalu aktif menyelenggarakan donor darah massif.

“Dalam catatan kami, PTPN ini (PTPN I Regional 7) sudah sangat lama menjadi mitra kami dalam penyediaan donor darah. Terus terang, kami sangat terbantu. Jika tidak ada organisasi yang komitmen begini, kami akan sangat sulit memenuhi permintaan darah. Kami berharap akan lebih banyak lagi perusahaan yang secara teratur donor darah massal begini,” kata dia.

Tentang kebutuhan darah saat ini, Hardan menyebut permintaan relatif normal dan bisa dipenuhi oleh UDD Pembina PMI Lampung. Namun demikian, dia mengatakan beberapa pekan lalu terjadi kekurangan stok darah golongan A karena melonjaknya permintaan.

“Tiga pekan lalu permintaan darah golongan A sangat tinggi. Saya tidak tahu persis apa penyebabnya. Bahkan, untuk menjaring relawan darah bergolongan A, ada donatur yang memberikan insentif berupa beras 5 kilo gram kepada setiap pendonor bergolongan A. Intinya, kami berupaya keras untuk bisa mengamankan stok agar kebutuhan darurat masyarakat terpenuhi,” kata paramedis senior ini.

Sementara itu, aksi sosial donor darah di Regional 7 PTPN I hari itu berhasil mengumpulkan 55 kantong darah dari para pendonor. Para donor berasal dari karyawan Kantor Regional (Kandir), dari Kebun Way Lima, Kebun Way Berulu, Kebun Bergen, dan Kebun Rejosari-Pematang Kiwah.

Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum Regional 7 PTPN I Bambang Hartawan menyatakan komitmennya untuk terus menggerakkan seluruh karyawan dalam program kemanusiaan donor darah ini. Menurut dia, donor darah adalah salah satu bentuk kebaikan yang murah dan mudah tetapi butuh gerakan untuk mengingatkan.

“Kalau kegiatan sosial lain itu butuh biaya dan berbagai persiapan, tetapi kalau donor darah ini lebih simpel. Padahal nilai kemanusiaannya jauh lebih tinggi karena menyangkut kesehatan, bahkan nyawa. Namun, karena simpel itu banyak orang kurang perhatian. Jadi, kuncinya memang harus dimasukkan dalam agenda rutin perusahaan, diingatkan, dan difasilitasi. Itu yang kami jalankan,” kata Bambang. Ia berharap jumlah karyawan Regional 7 PTPN I yang ambil bagian dalam program tiga bulan ke depan akan lebih banyak. “Mudah-mudahan pada donor darah berikutnya semakin banyak lagi” kata dia.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Stok gula konsumsi nasional dalam waktu dekat akan bertambah seiring kesiapan giling pabrik gula PT Perkebunan Nusantara Group yang dikelola oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Saat ini baru PG Kwalamadu saja yang telah giling tebu, mengingat karakteristik iklim di wilayah Sumatera Utara.

Saat ini pabrik gula SGN telah siap giling tebu petani untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat. Tinggal menunggu tingkat kemasakan tebu untuk mencapai rendemen optimal”, ungkap Aris Toharisman Direktur Utama SGN.

Pihaknya menyebut harga gula saat ini yang cenderung naik dikarenakan stok gula yang berkurang dan sebagian gula impor masih dalam proses pengadaan, dan stok tersebut akan terpenuhi kembali ketika pabrik gula giling kembali. Meski demikian berdasarkan data stok tersebut aman hingga giling tebu mendatang.

“Maret lalu persediaan gula SGN sebesar 2,8 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga giling tahun 2024. Selain stok Gula SGN, masih ada persediaan gula milik petani dan milik pedagang di gudang PG SGN. Total stok saat ini kurang lebih sebesar 144 ribu ton dengan sebaran di Sumatera Utara 7 ribu ton, Sumatera Selatan 12 ribu ton, Lampung 4,7 ton, Jawa Tengah 4,3 ribu ton, Jawa Timur 113 ribu ton, dan Sulawesi Selatan 3 ribu ton. Sedangkan proyeksi produksi tahun 2024 sebesar total 992 ribu ton gula kristal putih untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat,” terang Aris Toharisman.

Aris menambahkan, produksi gula di dalam negeri tahun ini diprediksi akan mencapai 2,3 juta ton. Sekitar 900-an ribu ton diantaranya adalah produksi PTPN dan petani yang memasok tebu ke SGN.

Data taksasi Maret ada peningkatan dibanding tahun 2023, yakni 12,8 juta ton dari tahun lalu yang hanya 10 juta ton tebu. Sedangkan protas juga naik menjadi 69 ton per hektar dari 58 ton per hektar pada tahun 2023”, lanjutnya.

Menurutnya keterlibatan petani tebu dalam pencapaian swasembada gula nasional sangat besar, untuk itu pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap petani mitra diantaranya penyediaan sarana produksi melalui program MAKMUR yang bersinergi dengan PT Petrokimia Gresik hingga pihak perbankan untuk keperluan permodalan biaya kebun hingga tebang angkut.

“SGN terus berupaya meningkatkan kinerja industri gula melalui berbagai cara. Pertama, melakukan perbaikan hubungan kemitraan dgn petani tebu. Kedua, memfasilitasi petani dalam penjualan gula pada harga relatif tinggi dgn pembayaran cepat. Ketiga, memfasilitasi ketersediaan pupuk melalui program Makmur bekerja sama dengan BUMN Pupuk dan Perbankan. Dampaknya terlihat dari perluasan area tebu rakyat tahun ini dari sebelumnya sekitar 120ribu hektar menjadi 123ribu hektar,” tambah Aris Toharisman.

Di sisi lain, Bapanas juga melakukan penyesuaian Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp17.500 per kilogram sesuai dinamika harga di lapang, terutama dalam meng-akomodir harga jual gula petani.  Sunardy Edy Sukamto ketua DPD APTRI menyambut baik berbagai kebijakan PTPN dan Pemerintah yang sangat kondusif dalam mendukung kelancaran usaha tani tebu.

“Kami menyambut positif kebijakan yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani dan mendukung upaya swasembada gula baik dari PTPN dan Pemerintah, karena pada intinya peran petani tebu tidak dilupakan dan pencapaian swasembada gula harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan para petani tebu”, tegas Sunardy Edy Sukamto. 

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Selasa – 23 April 2024, Komite DPD RI melaksanakan kunjungan kerja ke Regional 3 PT Perkebunan Nusantara I yang bertempat di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang.

Pada kunjungan tersebut dihadiri oleh seluruh Board of Regional Management dan Pemangku Jabatan Puncak serta Sub Bagian Pertanahan & Keamanan Regional 3 PTPN I.

Dalam pembukaannya diawali penyampaian company profile oleh Bapak Tri Septiono selaku Region Head Regional 3 PTPN I serta update kondisi dan kendala yang dihadapi PTPN secara umum namun dapat ditangani secara kondusif karena komunikasi dan koordinasi yang terjalin baik terhadap semua stakeholders.,

Dilanjutkan dengan Sambutan Bapak Abdul Kholik selaku anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini membahas tentang Reformasi Agraria yang bertujuan mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah dalam rangka menciptakan keadilan, menangani sengketa dan konflik agraria, kemudian menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang berbasis agraria melalui pengaturan penguasaan, pemilikan dan penggunaan tanah, sedangkan Bank Tanah penyediaan tanah untuk ekonomi dan investasi.

Dalam kesempatannya, Abdul Kholik juga berpesan ingin mengembangkan wisata agro di wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan, dikarenakan secara trend ekonomi wilayah tersebut masih tergolong minim serta berharap PTPN dapat terus berkontribusi untuk Jateng.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Kantor Direksi PT Riset Perkebunan Nusantara menggelar acara Halal Bihalal dalam rangka merayakan 1 Syawal 1445 H. Kegiatan ini diikuti oleh Komisaris Utama PT RPN, Anggota Komite Komisaris PT RPN, Direksi PT RPN, SEVP PT RPN, Kapala Pusat Penelitian Lingkup PT RPN, Dapenbun Cabang PT RPN, SPBun, Purnakaryawan, Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) dan karyawan PT Riset Perkebunan Nusantara lingkup Taman Kencana dan Kebun Ciomas.

Kegiatan ini bertajuk “Refleksikan Diri untuk Mensucikan Diri dalam Menjalin Silaturahmiyang dilaksanakan di Kantor Direksi PT Riset Perkebunan Nusantara dan berlangsung secara lancar.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Saritilawah yang dilantunkan oleh M. Farid dan Arifan Raziki, kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua SPBun PT RPN, Ilham Lubis; sambutan Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; dan Sambutan Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia.

Sejalan dengan tema yang diusung, dalam sambutannya, Direktur PT RPN menyampaikan bahwa kondisi silaturahmi ini sebaiknya bukan hanya saat hari raya saja, harapannya kita bisa terus menerus melakukan silaturahmi di setiap harinya.

Pada kesempatan yang baik tersebut, Direktur beserta Jajaran, memberikan Penghargaan sebagai wujud apresiasi kepada tim inventor Minyak Makan Merah yang telah berjuang hingga terwujudnya Pabrik Minyak Makan Merah yang telah diresmikan tempo hari yang lalu.

Acara dilanjutkan dengan Tausiah dan Doa yang di sampaikan oleh Dr. Syukrom Ma’mum, S.Sos.I.,M.Pd.I. Selama tausiah berlangsung, seluruh hadirin menyimak secara saksama tausiah yang disampaikan.

“Halal Bihalal intinya adalah bagaimana kita manjalin satu dengan yang lain untuk mencari dan membentuk keharmonisan, dengan cara saling memaafkan dan silaturahmi”-Ujar Ustadz Syukron Ma’mum.

Kemudian acara ditutup dengan Doa dan diakhiri dengan bersalam-salaman yang dilakukan oleh seluruh peserta Halal Bihalal PT RPN.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Dalam semangat menjalin silaturahmi, PT Kawasan Industri Nusantara melaksanakan kegiatan Halal Bihalal alam semangat menjalin silaturahmi, PT Kawasan Industri Nusantara melaksanakan kegiatan Halal Bihalal

Tradisi Halal Bihalal sebagai wadah untuk saling memaafkan dan mempererat tali silahturahmi dilaksanakan oleh PT Kawasan Industri Nusantara, bertempat di Gedung Pusat Inovasi KEK Sei Mangkei. Kegiatan yang dilaksanakan juga bertujuan untuk menginisiasi semangat karyawan untuk terus berprestasi dalam kinerja.

“Acara Halal Bi Halal merupakan momen yang sangat spesial bagi kita semua, karena melalui kesempatan yang diberikan ini kita bisa saling bersilaturahmi, mempererat tali persaudaraan, serta bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita selama ini”, Moses Menambahkan.

Dalam suasana yang penuh berkah ini, PT Kawasan Industri Nusantara menjadikan momen Halal Bi Halal ini sebagai titik awal untuk mempererat hubungan silaturahmi, meningkatkan sinergi kerja, serta terus berkolaborasi dalam mencapai kesuksesan bersama. Kegiatan diakhiri dengan bersalam-salaman dan makan bersama.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Pasca pembentukan Holding pada 2014, PTPN Group menggeber perubahan fundamental dengan program transformasi bisnis. Dibentuk sebagai strategic holding, pada 2020 Holding yang menggunakan PTPN III sebagai surviving entity dipertajam menjadi operational holding. Aksi korporasi tidak berhenti. Pada 2023, pemegang saham membentuk tiga Subholding untuk mengelompokkan entitas berdasarkan komoditas.

“Aksi korporasi di tubuh PTPN Group masih dan akan terus berjalan. Kita baru masuk SupportingCo (Subholding PTPN I Regional 7) pada akhir 2023, dalam enam bulan ke depan kita akan ada perubahan mendasar lagi di internal. Khusus untuk Kebun dengan komoditas kelapa sawit akan masuk ke KSO dengan PalmCo. Artinya, saat ini adalah masa transisi yang sangat dinamis,” terang Denny RamadhanRegional Head Regional 7 PTPN I kepada seluruh karyawan saat memberi sambutan acara halalbihalal, Senin (22/4/24).

Digelar di Kantor Regional 7 Bandar Lampung, acara terhubung secara virtual ke seluruh unit kerja yang ada di Lampung, Sumsel, dan Bengkulu. Hadir pada kesempatan itu, SEVP Operation Wiyoso, SEVP Business Support Okta Kurniawan, Ketua Umum dan Pengurus SPPN VII,

Ketua dan Sekretaris P3RI Cabang Regional 7, Ketua dan Sekretaris FKPPN DPW Lampung, DAPENBUN, Direktur Anak Perusahaan PTPN I, para Kabag & Manajer, dan para Karyawan.

Penjelasan soal aksi korporasi yang progresif ini disampaikan Denny untuk mengingatkan seluruh karyawan agar selalu siap menghadapi perubahan. Sebab, kata dia, perubahan merupakan keniscayaan yang akan memberi pengalaman dan akan membuahkan nilai tambah diri dan korporasi yang lebih progresif.

“Tadi pagi kami masih rapat dengan Holding (PTPN III Holding), HO (PTPN I SupportingCo), dan seluruh anak perusahaan tentang rencana jangka pendek aksi korporasi. Perubahan SupportingCo lima bulan lalu memang sedang positioning, tetapi proyeksi yang lebih tajam tetap harus kita pacu. Salah satunya, dalam enam bulan ke depan sawit kita (Regional 7) akan KSO dengan PalmCo. Ini perubahan yang harus kita jawab dengan cepat dan tepat,” lanjut Denny.

Denny mengingatkan, masa transisi dengan adanya aksi korporasi fundamental ini adalah tuntutan era yang akan menentukan eksistensi perusahaan. Momentum ini, kata dia, adalah pertaruhan nama seluruh elemen perusahaan dalam menjalankan manajemen operasional.

“Dalam dua tahun ini kita berada pada fase transisi. Masa transisi ditandai oleh perubahan yang sangat cepat dan fundamental. Bagi kita sebagai pengelola, ini adalah momen pembuktian apakah kita planters sejati sebagai pejuang atau pecundang. Tentu, dengan sekuat dan sepenuh resources kita harus buktikan sebagai planters pejuang. Sebab, potensi itu ada dan terbuka. Kita mampu dan bisa,” kata dia.

Tentang prospek bisnis pada kinerja 2024, Denny menyatakan sangat optimistis bisa menembus angka-angka target yang telah ditetapkan. Hingga Triwulan I 2024, ia menyebut Regional 7 sudah membukukan laba. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa beberapa indikator pendukung torehan laba itu berada di faktor eksternal.

“Kita diingatkan oleh Pak Dirut Holding dan juga Pak Komisaris kemarin agar mewaspadai faktor-faktor ekternal, termasuk aspek geopolitik internasional. Sebab, komoditas kita sangat influenced dengan stabilitas global. Instabilitas di belahan dunia sana berpengaruh kepada harga jual. Kita bersyukur harga karet saat ini sedang cukup baik,” kata dia.

Terkait agenda halalbihalal yang mengambil tema “Sucikan Hati dan Kuatkan Silaturahmi untuk Mencapai Kinerja Korporasi”, Denny memaknai sebagai tema yang produktif. Untuk mencapai kinerja terbaik bagi korporasi, seseorang harus memiliki modal moral yang baik dan diawali dari hati yang suci.

”Atas nama pribadi dan Manajemen, saya menyampaikan selamat Lebaran Idul Fitri 1445 H. Mohon maaf lahir batin. Semoga kita terus diberi kekuatan untuk mengemban amanah ini dengan baik sehingga perusahaan yang kita kelola ini meraih prestasi terbaik,” tutup Denny.

Acara halalbihalal diakhiri dengan saling bersalaman sebagai ungkapan rasa saling memaafkan antar karyawan.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Senin – 22 April 2023 Region Head Regional 3  PT Perkebunan Nusantara I– Tri  Septiono  didampingi oleh ibu secara simbolis menyerahkan tali asih kepada calon jemaah haji dalam acara Halal bi Halal keluarga besar Regional 3PT Perkebunan Nusantara I. Tali asih diberikan kepada 32 calon jemaah haji yang merupakan pensiunan dan karyawan PTPN I, bertempat di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen – Kabupaten  Semarang

Dr. Budiyono S.H., M.H. selaku perwakilan calon Jemaah Haji menyampaikan apresiasinya atas perhatian manajemen kepada karyawan maupun pensiunan yang akan berangkat menunaikan ibadah Haji ke tanah suci, serta berharap perusahaan turut mendapatkan keberkahan.

“Momen Halal bi Halal kali ini menjadi kesempatan untuk membangun rasa persaudaraan untuk membentuk tim kerja yang kuat dalam menghadapi masa pasca aksi korporasi penggabungan ke PTPN I, serta perbaikan capaian kinerja operasional dan finansial PTPN I Regional 3 ke depan,” Harap Tri Septiono.

Selain itu Region Head juga meminta para Jemaah Haji untuk turut mendoakan perusahaan agar mampu terus berkembang memberikan kebermanfaatan  kepada seluruh stakeholders.

Acara Halal bi Halal bertajuk “Membangun Sinergi Mengukir Prestasi ” tersebut diikuti oleh Board of Management Regional 3 PTPN I, Pemangku Jabatan Puncak, dan perwakilan karyawan setiap Bagian serta Unit Kerja.

Selain pemberian tali asih kepada calon jemaat haji, kegiatan Halal bi Halal juga diisi dengan kegiatan tausiah oleh Ustadz Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq M.A. yang dalam nasehatnya beliau mengingatkan kepada peserta haji untuk mengikhlaskan niat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, layaknya bekerja dalam perusahaan semua kegiatan bisa menjadi pahala bila dilandasi niat kepada Allah SWT semata.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menggelar acara Halal Bihalal pada Selasa (16/04) di Kantor Pusat Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan di antara karyawan. Kegiatan Halal Bihalal dihadiri oleh Board of Management dan Karyawan PT KPBN Jakarta.

Dalam sambutannya, Arif Budiman selaku Plt. Direktur PT KPBN menyampaikan ucapan permohonan maaf kepada seluruh karyawan. “Semoga segala kebaikan yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, dan segala kesalahan yang kita lakukan diampuni oleh-Nya”, ujarnya.

Acara ini diwarnai dengan salam-salaman hangat serta suasana ramah-tamah di antara para karyawan. Makan bersama juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini, memperkuat ikatan kekeluargaan di antara semua yang hadir.

“Halal Bihalal bukan hanya tentang memaafkan dan memaafkan, tetapi juga tentang mempererat ikatan kekeluargaan di antara kita. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik tolak baru untuk meningkatkan kerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama menjalani perjalanan yang penuh keberkahan” Tutur Arif.

Halal Bihalal tidak hanya menjadi momen untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menguatkan semangat kolaborasi dan kerja sama di lingkungan PT KPBN. Dengan kebersamaan yang terjalin, diharapkan PT KPBN dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan negara.

Dengan acara Halal Bihalal ini, PT KPBN kembali menegaskan komitmennya dalam mempererat hubungan antar karyawan serta mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam lingkungan kerja.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Kebun tebu Cinta Manis yang dikelola PT Buma Cima Nusantara (BCN) menyatakan siap memasok tebu berkualitas dan produktivitas makismal untuk musim giling tahun 2024. Pernyataan itu disampaikan manajemen PT BCN saat menerima kunjungan Komisaris PTPN I Nurhidayat, Selasa (16/4/24).

Nurhidayat hadir didampingi Regional Head Regional 7 PTPN I Denny Ramadhan, SEVP Bussines Support Okta Kurniawan, SEVP Operation Wiyoso, Kabag Sekretariat dan Hukum Bambang Hartawan, Kabag Tanaman Yulianto, dan Kabag Teknik dan Pengolahan Meldi Ilmawan. Sebagai tuan rumah, manajemen PT BCN dipimpin Kadiv Operasional Tanaman Melly Octavia, Manajer Kebun Cinta Manis Tri Widhiyanto, dan beberapa pejabat utama.

Dalam inspeksinya, Komisaris Nurhidayat meninjau langsung kondisi kebun tebu di Wilayah Tiga Kebun Cinta Manis. Pak Nur, sapaan akrab Nurhidayat tertarik melihat Wilayah itu karena terdapat demplot yang diproyeksikan dapat berproduksi 100 ton tebu per hektar. Yakni, pada Petak 227 Wilayah 4. Selain melihat kondisi tebu, Pak Nur juga berdialog dengan manajemen dan karyawan di lapangan.

Diketahui, PT BCN adalah anak perusahaan PTPN I Subholding Supporting Co pasca restrukturisasi organisasi. Sebelumnya, PT BCN merupakan anak perusahaan PTPN VII yang kini berubah status menjadi salah satu unit kerja PTPN I dengan sebutan Regional 7. Saat menjadi anak usaha PTPN VII, selain mengelola kebun tebu, PT BCN juga mengelola Pabrik Gula. Namun, seiring pembentukan Subholding di bawah PTPN III, dua pabrik gula yang dikelola PT BCN, yakni PG Bunga Mayang dan PG Cinta Manis diserahkan dan dikelola PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), satu dari tiga Subholding di bawah PTPN III.

Kadiv Tanaman PT BCN Melly Octavia dalam paparannya di hadapan Komisaris dan BRM Regional 7 menyatakan siap memasok tebu terbaik untuk PT SGN di Pabrik Cinta Manis. Selain presentasinya, Melly melaporkan kondisi tanaman terkini, treatment yang sudah dan akan dilakukan, dan prediksi kualitas dan produktivitas tabu yang akan diproduksi.

Secara umum Melly menampilkan slide angka-angka taksasi produktivitas tebu dari Kebun Cinta Manis. Dia menyebut, secara keseluruhan luas tanaman tebu yang siap dieksploitasi pada musim giling 2024 adalah 10.621 hektar dengan produktivitas 64 ton tebu per hektar. Dari kebun itu diperkirakan akan menghasilkan tebu giling sebanyak 679,8 ribu ton dengan rendemen 6,22 persen.

“Dari lahan, produksi, dan produktivitas itu kami membuat taksasi gula milik sendiri sebanyak 29,687 ribu ton dan tetes milik sendiri sebanyak 20,394 ton,” kata Melly.

Melihat kondisi lapangan dan pemaparan di kantor, Nurhidayat menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT BCN yang berupaya keras mencapai produksi terbaik. Ia juga meminta manajemen Regional 7 PTPN 1 untuk terus mendampingi dan mendukung seluruh program yang dilaksanakan oleh`PT BCN yang selama ini berada di bawah kendali PTPN VII, meskipun saat ini sudah terpisah. Ia juga meminta seluruh pihak terkait untuk bekerja keras dalam mempersiapkan giling tebu tahun 2024.

 “Dengan persiapan yang matang dan optimal diharapkan giling tebu tahun ini akan berjalan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan. Saya minta musim giling tahun 2024 ini Unit Cinta manis dan Bungamayang (PT BCN) dapat memberikan keuntungan. Maka diperlukan persiapan yang matang,” kata Nurhidayat.

Pak Nur juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara semua pihak terkait untuk memastikan kelancaran giling tebu tahun 2024.

“Sinergi dan kolaborasi antara semua pihak terkait sangatlah penting untuk memastikan kelancaran giling tebu tahun 2024. Saya harap semua pihak dapat terus bekerja sama dengan baik dan saling mendukung satu sama lain,” tambahnya.

Secara teknis Nurhidayat juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas tebu dan efisiensi proses giling untuk menghasilkan gula yang berkualitas dan berdaya saing. Ia mengingatkan Regional 7 PTPN 1 dapat terus meningkatkan produktivitas dan kinerjanya sehingga dapat berkontribusi secara optimal bagi ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Region Head Regional 7 PTPN 1 Denny Ramadhan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan arahan dari Komisaris Nurhidayat. Ia menyatakan siap dan memastikan manajemen Regional 7 PTPN 1 akan terus berkomitmen mendampingi PT BCN untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target yang telah ditetapkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan arahan dari Dekom yang diwakili Pak Nurak Nur. Kami akan terus berkomitmen dan mendorong dan mendampingi PT BCN untuk meningkatkan kinerja dan mencapai target yang telah ditetapkan. Kami yakin bahwa dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak, giling tebu tahun 2024 akan berjalan lancar dan sukses,” kata Denny.

Dengan kunjungan kerja Komisaris Regional 7 PTPN 1 ini diharapkan dapat memotivasi seluruh karyawan dan petani tebu untuk bekerja lebih giat lagi dalam mencapai target giling tahun 2024. Dengan kerjasama dan sinergi yang solid, Regional 7 PTPN 1 yakin dapat mewujudkan giling tebu yang lancar dan sukses.

  • adminadmin
  • May 3, 2024
  • 0 Comments

Kesempatan itu disosialisasikan menyangkut lahan eks HGU khususnya di Regional 1 PTPN I membuka kesempatan kepada warga masyarakat untuk memiliki lahan-lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) secara sah dengan persyaratan yang sudah ditetapkan. areal 5.873,06 Ha dilakukan Regional 1 PTPN I  kepada sejumlah kepala desa yang berada di Deli Serdang.

Kasubbag Disposal eks HGU Rahman dalam paparannya menjelaskan, sesuai aturan yang ada pemindahtanganan hak atas tanah-tanah eks HGU bisa dilakukan dengan cara menetapkan daftar nominatif, yang dikeluarkan Gubernur Sumatera Utara.

“Dari sana warga yang terdaftar bisa melalukan pembayaran SPS (Surat Perintah Setor) ke rekening PTPN1 Regional 1 dan kemudian berhak mengeluarkan daftar penghapusbukuan. Sehingga warga bisa segera memproses tanah tersebut ke BPN untuk mendapatkan bukti kepemilikan yang sah,” ujar Rahman.

Disebutkan Rahman lagi, dari jumlah areal seluas 5.873,06 hektar yang telah dikeluarkan dari areal HGU tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Binjai, dan Langkat.

“Sesuai penetapan awal, jumlah ini meliputi peruntukan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah/ Kota (RUTRWK), perumahan pensiunan karyawan perkebunan, tuntutan rakyat, garapan rakyat dan penghargaan kepada masyarakat adat Melayu,” lanjutnya.

Diakui Rahman, selama ini sangat sedikit warga yang berusaha melakukan verifikasi untuk mendapatkan haknya secara benar atas tanah-tanah eks HGU yang dikuasainya.

Penyebabnya antara lain, kurangnya memahami prosedur yang harus ditempuh dan tidak memiliki biaya untuk membayar SPS. Bahkan ada sebagian sudah terburu-buru menjual tanah eks HGU yang dikuasainya kepada pihak lain.

“Karena itu, lewat sosialiasi yang berlangsung di Hotel Wings Kuala Namu, Kamis (28/3/24) lalu, PTPN 1 Regional 1 berharap para kepala desa yang ada di Deli Serdang bisa mendorong warganya untuk segera melakukan permohonan nominatif ke kantor Gubernur dan membayar SPS atas tanah-tanah eks HGU yang dikuasanya selama ini,”harap Rahman, Selasa (2/4).

Sosialisasi tersebut dihadiri SEVP Aset Ganda Wiatmaja, Kabag Disposal Eks HGU dan Pengamanan Aset Tofan Sidabalok dan Inspektorat Kabupaten Deli Serdang H Edwin Nasution mendapat sambutan positif para kepala desa.

Beberapa kepala desa yang hadir langsung menyampaikan persoalan-persoalan eks HGU yang ada di desanya. Mereka juga berharap dengan makin jelasnya status tanah-tanah tersebut akan menambah pemasukan desa dari nilai Pajak Bumi dan Bangunan. Sebab selama ini banyak di antara tanah-tanah eks HGU yang sudah beralih fungsi, tidak terdaftar sehingga belum membayar PBB.