• adminadmin
  • May 16, 2024
  • 0 Comments

“Penghargaan ini kita selenggarakan setiap tahun dan menjadi lebih kredibel karena juri yang menilai bukan hanya dari kalangan BUMN, namun dari kalangan penggiat dan praktisi marketing, sehingga penghargaan ini bisa merepresentasikan penilaian masyarakat luas terhadap BUMN,” kata Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp, dalam sambutannya ketika membuka rangkaian acara. Penghargaan ini diberikan kepada BUMN & BUMD, beserta subholding dan anak perusahaannya dengan peserta dari setiap perusahaan mengikuti proses penjurian melalui presentasi yang dilakukan di hadapan panelis yang terdiri atas para ahli industri dari Jakarta CMO Club, Indonesia Marketing Association (IMA), dan Asia Council for Small Business (ACSB) Indonesia.

PTPN Group mendapatkan penghargaan dalam strategic marketing karena inovasinya di dalam aktivitas pemasaran perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, PTPN Group telah mengimplementasikan berbagai inovasi pemasaran yang signifikan, antara lain:

1.   Strategi Sales and Operation Planning (S&OP): Dilaksanakan untuk memastikan produksi sesuai dengan tren permintaan pasar. Dengan menerapkan S&OP, PTPN Group mampu merencanakan produksi secara lebih efektif dan efisien, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dengan tepat waktu dan jumlah yang sesuai.

2.   Penerapan Just-in-Time Strategy: Digunakan untuk mendukung kesehatan inventori. Strategi ini memungkinkan PTPN Group mengelola persediaan dengan lebih baik, mengurangi biaya penyimpanan, dan meminimalkan risiko kelebihan atau kekurangan stok.

3.   Pengembangan Industri Hilir: Dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan nasional. PTPN Group fokus pada produksi minyak kelapa sawit dan gula, dua komoditas yang menjadi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Selain itu, PTPN Group juga memiliki produk hilir teh, kopi, dan beberapa produk lainnya. Dengan mengembangkan industri hilir, PTPN Group tidak hanya meningkatkan nilai tambah produknya tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan nasional.

Setelah kejadian kelangkaan minyak goreng pada akhir tahun 2022, PTPN Group mengambil langkah proaktif dengan melakukan inovasi signifikan dalam industri retail minyak goreng. Sejak pertengahan 2022 hingga saat ini, PTPN Group berhasil meningkatkan jumlah distributornya dari 14 menjadi 128, sehingga mampu memperluas jangkauan distribusi produknya ke seluruh Indonesia.

Produk Minyak Goreng Sawit Nusakita telah berhasil masuk ke jaringan ritel nasional Alfamart, menjadikannya produk BUMN pertama yang berhasil masuk ke jaringan modern trade nasional. Ini merupakan pencapaian besar bagi PTPN Group, menunjukkan kualitas dan daya saing produknya di pasar nasional.

PTPN Group berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk retailnya melaui brand “nusakita” dengan tagline “Dari Bumi Sendiri”. Produk retail PTPN Group ditanam dan dirawat oleh pegawai PTPN dengan baik, diolah oleh tenaga profesional, hingga siap dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Seluruh produk retail PTPN Group adalah 100% produk dalam negeri, yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap produk-produk lokal berkualitas tinggi.

 “Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi tim kami. Fokus kami selalu untuk tidak hanya memenuhi, tetapi melampaui ekspektasi konsumen melalui kualitas, keandalan, dan keberlanjutan. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan menawarkan produk berkualitas agar dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ekonomi nasional,” ungkap Heru Prabowo, Kepala Divisi Pemasaran PTPN Group, saat menerima penghargaan tersebut.

Pengakuan masyarakat terhadap PTPN Group di BEMA 2024 menegaskan perannya sebagai pemimpin pasar yang dinamis, berkomitmen untuk memajukan sektor perkebunan Indonesia melalui praktik pemasaran yang strategis dan berkelanjutan. PTPN Group terus berupaya untuk mencapai keberlanjutan dalam seluruh aspek operasionalnya, mulai dari budidaya hingga distribusi, guna memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan

  • adminadmin
  • May 16, 2024
  • 0 Comments

PT Sri Pamela Medika Nusantara, merupakan perusahaan yang bergerak dalam pelayanan kesehatan,  pada April 2024 telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Grahadura Leidong Prima, perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan pengelolaan CPO dan inti sawit. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan jasa kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi karyawan dan keluarga PT Grahadura Leidong Prima.

Dalam penandatanganan kerja sama ini, PT Sri Pamela Medika Nusantara akan menyediakan berbagai layanan kesehatan yang meliputi: Rawat Jalan meliputi pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter umum/ dokter spesialis, instalasi farmasi (obat-obatan), perawaran darurat (emergency) akibat kecelakaan, medical check up (MCU) karyawan, pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, rapid antibody test dan / atau rapid antigen test, RT PCR (Swab Test); Rawat Inap meliputi rawat inap langsung dari instalasi gawat dururat (IGD) maupun Poliklinik, tindak medis/operasi pra maupun pasca operasi, kecuali operasi gigi. Kemudian pemeriksaan penunjang diagnostic dan pemberian obat sesuai dengan diagnose penyakit pasien; Pelayanan Non Medis meliputi: ambulance antar jemput pasien dan ambulance antar mayat (dalam dan luar provinsi).

Hal ini akan memastikan bahwa karyawan dan keluarga PT Grahadura Leidong Prima mendapatkan akses yang mudah dan terjamin terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan bahwa karyawan PT Grahadura Leidong Prima akan mendapatkan manfaat yang besar dalam hal kesehatan dan kesejahteraan. PT Sri Pamela Medika Nusantara dan PT Grahadura Leidong Prima berkomitmen untuk menjaga hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

  • adminadmin
  • May 15, 2024
  • 0 Comments

Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyatakan sikap terkait dengan ditetapkannya 2 (dua) mantan pejabat PTPN XI sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) untuk tebu pada tahun 2016 yang lalu di PTPN XI.

PTPN Group menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK dan berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan KPK dalam memberikan informasi dan akses yang diperlukan untuk kelancaran proses penyidikan. 

“Sebagai salah satu wujud dalam mendukung hal tersebut, perusahaan memiliki komitmen jika terjadi pelanggaran dalam bidang hukum oleh pimpinan atau pihak manapun, maka PTPN akan menindak tegas dengan menjalankan punishment secara ketat dan konsisten sesuai aturan yang berlaku,” terang M. Arifin Firdaus Direktur Manajemen Risiko PTPN Group

Menurut Arifin jika terbukti bersalah dan telah sampai ke ranah hukum, pastinya perusahaan akan mendorong aparat hukum untuk melakukan penyelidikan, serta mengawal ketat dan menghormati proses hukum yang berjalan. 

“Perusahaan mendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi serta bersikap kooperatif kepada Penegak Hukum.  Ini sebagai bukti nyata  penerapan  Good Corporate Governance  (GCG) di PTPN,” tegas nya kemudian.

Manajemen dan seluruh Insan PTPN Group selalu berkomitmen dan memastikan setiap proses pengadaan dan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan GCG. Hal ini sesuai dengan semangat dan wujud konkret dari bersih-bersih BUMN yang digalakkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. 

Sebagaimana diketahui bahwa PTPN telah melakukan transformasi di segala bidang, termasuk dalam perbaikan sistem dan tata kelola perusahaan, terutama sistem pengawasan yang lebih profesional dan sistem penanganan kasus yang lebih transparan.  Manajemen PTPN Group melakukan beberapa langkah strategis, yaitu, Internalisasi Core Value AKHLAK, Good Corporate Governance (GCG), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), Keterbukaan Informasi Publik, Whistle Blowing System (WBS) Terintegrasi, serta kerja sama antar instansi.

“Kami, PTPN Group yakin bahwa penegakan hukum yang tegas dan adil akan membantu menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendorong terciptanya tata kelola perusahaan yang lebih baik di PTPN III dan di seluruh BUMN,” Pungkas Arifin.

  • adminadmin
  • May 15, 2024
  • 0 Comments

Sebagai bentuk optimalisasi kompetensi dan keterampilan karyawan dalam menghadapi tantangan industri perkebunan tebu yang terus berkembang, Regional 4 langsungkan PTPN I In House Training pada Selasa (07/05) hingga Rabu (08/05). Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan dibuka langsung oleh Region Head Regional 4 PTPN I, Subagiyo pada hari pertama, serta SEVP Operation Regional 4 PTPN I Febri Ari Marpaung pada hari kedua.

“Melalui in house training ini, kita berdiskusi dalam rangka mengasah intuisi bisnis dan teknis kita supaya kita lebih tajam. Jika tahun ini kita ditargetkan 100 ton/ha, maka tahun depan kita bisa tetapkan 125 ton/ha. Bagi saya, ini menantang untuk dibuktikan bahwa kita mampu,” terang Subagiyo saat membuka kegiatan tersebut.

Adapun di hari pertama peserta mendapat kesempatan terkait kunci produktivitas tebu 200 ton/ha, manajemen biaya kebun, serta manajemen risiko kebun bersama dengan ketiga pemateri yang juga karyawan dari Regional 4 PTPN I, yakni Ridwan Bayu, Teguh Mulyanto, dan Dika Pratiwi Putri. Sementara di hari kedua, pelatihan berfokus pada teknologi pengelolaan kesuburan tanah, perakitan varietas potensi tinggi serta pengelolaan tata air dalam antisipasi iklim bersama Nanik Tri Ismadi, Alfarina Kardiana S., dan Mahmud Bekti Nugroho.

“Kami mencoba sharing experience terkait tantangan serta dinamika bisnis industri gula khususnya dalam sisi on farm. Jika di hari pertama para peserta berfokus pada kunci produktivitas, manajemen biaya dan manajemen risiko kebun, maka di hari kedua ini para peserta akan berkesempatan mendapatkan pandangan terkait strategi Supporting Co khususnya Regional 4 terkait sugarcane operational excellence,” jelas Febri saat membuka kegiatan di hari kedua.

  • adminadmin
  • May 12, 2024
  • 0 Comments

Direktur SDM Holding PTPN III (Persero) Sucipto Prayitno didampingi oleh Region Head Regional 3 PTPN I Tri Septiono, meresmikan kegiatan percobaan pengembangan pakan ternak domba dan ruminansia kecil di Kebun Semugih Afdeling Pesanten pada hari Senin, 6 Mei 2024.

Peresmian ternak domba terintegrasi dengan budidaya pakan ternak dengan mencampurkan aneka rumput seperti pakchong, odot dan indigofera yang bertujuan agar domba akan merasa tercukupi kandungan protein maupun gizinya. Selain itu rencana penjualan usaha ini berupa pakan ternak complete fit, penjualan bibit domba serta untuk penjualan domba potong. Jenis domba yang akan dijual yaitu jenis domba Lokal, Texel, Dombos dan Dorper.

Pengembangan usaha desa bidang ternak ini merupakan salah satu strategi pengembangan bisnis serta optimalisasi aset dan sdm yang bertujuan untuk memperkuat eksistensi PTPN dan memberikan kontribusi positif dilingkungan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi maupun sosial di masa depan bagi perusahaan maupun masyarakat (untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat).

  • adminadmin
  • May 12, 2024
  • 0 Comments

Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan bersama PTPN IV PalmCo Regional III menyelaraskan beragam program sebagai langkah mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Penyelarasan program perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Riau tersebut dilangsungkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Region Office PalmCo Regional 3 PTPN IV, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, belum lama ini.

“Tadinya perencanaan itu berwarna-warni. Sekarang perencanaan pembangunan guidance dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Yang makro telah ditetapkan sebagai kerangka. Dan kita di Riau harus sejalan agar mendukung kerangka yang telah ditetapkan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sekretaris Bappeda Litbang Provinsi Riau, Purnama Irwansyah.

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung Corporate Secretary and Legal Regional 3 PTPN IV Andiansyah Hamdani, GM Distrik Petani Mitra Ferry Lubis, Head of Project Management Office Masrukin dan jajaran tersebut, Purnama menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menampung masukan dan saran dari seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning.

Seluruh saran dan masukan itu menjadi bagian dari kerangka acuan dalam menyempurnakan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Riau Tahun 2025-2045 dan Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Provinsi Riau Tahun 2025-2026.

Sehingga, lanjutnya, seluruh masukan yang ditampung dapat menyempurnakan dokumen RPJMD yang memuat visi dan misi arah kebijakan pembangunan daerah, sasaran pokok, tahapan, dan prioritas pembangunan daerah Provinsi Riau dalam kurun waktu 2025-2045.

Dalam pemaparannya, Purnama mengatakan bahwa perkebunan kelapa sawit yang termasuk dalam kluster pertanian dan perikanan selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Riau, selain pertambangan dan pengolahan.

“Ketiga sektor ini yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Riau. Dan persentasenya tiap tahun terus meningkat. Untuk itu, kita ingin masuk dari PTPN IV sebagai salah satu perwakilan korporasi perkebunan di Riau, apa yang perlu dipersiapkan untuk menyusun RJPMD ini,” urainya.

Sementara itu, Corporate Secretary and Legal PalmCo Regional III PTPN IV Andiansyah Hamdani memaparkan bahwa perusahaan yang sebelumnya bernama PTPN V itu kini telah menjadi bagian dari perusahaan perkebunan sawit terluas di dunia pasca aksi korporasi Desember 2023 lalu.

Secara bisnis, perusahaan telah melaksanakan transformasi secara signifikan sejak 2019 silam sejak dipimpin Direktur Jatmiko Santosa dan kini dilanjutkan oleh Region Head Rurianto. Hasilnya, perusahaan mampu mempersembahkan kinerja optimal hingga meraih laba bersih tertinggi sepanjang sejarah tiga tahun berturut-turut.

Selain fokus pada sisi bisnis, perusahaan juga tidak mengabaikan program yang diusung pemerintah, mulai dari dekarbonisasi, penguatan petani mitra dan swadaya melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) hingga penguatan ekonomi UMKM, pendidikan, sosial, kesehatan melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).

“Dari sisi dekarbonisasi misalnya, kita telah menjadi perusahaan perkebunan milik negara terbesar yang mengoperasikan pembangkit tenaga biogas, baik itu sebagai co-firing maupun listrik. Total ada lima instalasi PTBg yang telah beroperasi, dan Insya Allah akan bertambah satu unit tahun ini. PTBG itu sejalan dengan komitmen pemerintah mewujudkan Net Zero Emissions 2060,” jelas sosok yang akrab disapa Aan itu.

Begitu juga dengan akselerasi PSR. Regional 3 PTPN IV menjadi perusahaan yang melaksanakan PSR mencapai 9.500 hektare serta satu-satunya perusahaan perkebunan negara yang menyiapkan bibit sawit unggul bersertifikat kepada petani melalui aplikasi Sawit Rakyat Online. Total 1,6 juta bibit sawit unggul telah diserap petani sebagai solusi atas maraknya bibit sawit palsu.

Meski begitu, Andiansyah turut berharap bahwa nantinya RJPMD itu dapat mengakomodir kepastian dunia investasi di Riau. Hal itu sangat berkaitan dengan rencana investasi perusahaan serta menghindari potensi kepentingan segelintir pihak. Begitu juga dengan tumpang tindih areal kawasan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami mohon kepada bapak ibu bahwa nantinya kepastian hukum dapat diprioritaskan. Begitu juga dengan kepastian legalitas lahan. Sebagai perusahaan BUMN, kami sangat patuh dengan segala regulasi yang ada. Namun terkadang masih ada beberapa pihak yang berupaya mengambil kesempatan dengan ketidakpastian ini. Ini mungkin menjadi salah satu masukan kami,” demikian Aan.

  • adminadmin
  • May 12, 2024
  • 0 Comments

PT Sri Pamela Medika Nusantara / Sri Pamela Group merupakan anak perusahaan Holding PT Perkebunan Nusantara III yang bergerak dalam bidang kesehatan, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan donor darah untuk Masyarakat di kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura). Kegiatan ini berlangsung pada hari rabu, tanggal 24 April 2024, pelaksanaan bakti sosial ini bagian dari komitmen manajemen dan seluruh unit usaha sri pamela group dalam mendukung kesehatan dan memberikan dampak positif bagi Masyarakat Labura dan sekitarnya. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini meliputi: pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta konsultasi medis yang diikuti 50 orang peserta. Selain itu, juga dilakukan kegiatan donor darah, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Labura yang diikuti 70 orang peserta, untuk mendukung kebutuhan darah di wilayah Labura. Donor darah adalah cara efektif untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Manajemen PT Sri Pamela Medika Nusantara berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Labura. Melalui bakti sosial ini, pihak manajemen berharap dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan mendukung ketersediaan darah di daerah Labura.

  • adminadmin
  • May 12, 2024
  • 0 Comments

Pada tanggal 2 hingga 4 Mei 2024, Keasdepan Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan beserta tim melakukan kunjungan kerja ke Regional 3 PTPN I yang bertempat di Jawa Tengah antara lain Kampoeng Kopi Banaran, Kebun Batujamus Afdeling Polokarto, dan PG Mojo.

Kunjungan tersebut bermaksud untuk melakukan pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan di Regional 3 PTPN I pada bidang rencana jangka panjang perusahaan, rencana kerja dan anggaran, kinerja tahunan dan triwulanan yang dikendalikan oleh BUMN baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan dimulai dengan kunjungan di Latar Kota kemudian dilanjutkan ke Kampoeng Kopi Banaran Bawen, Jawa Tengah.

Tim Keasdepan dan Region Head Regional 3 PTPN I juga melakukan kunjungan kerja dan diskusi ke Industri Kayu Perhutani PMU, Brumbung Mranggen yang disambut oleh Direktur Operasi Perum Perhutani.

Kemudian kunjungan kerja dilanjutkan ke Kebun Batujamus Afdeling Polokarto, Karangnyar, Jawa Tengah yang rencananya akan dibangun Embung WMS (Water Management System) dari dana PMN untuk memeratakan air bersih serta dapat menghemat penggunaan air karena alasan kelangkaan sumber daya air dan meningkatnya kebutuhan akan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

Setelah itu Keasdepan Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan beserta tim meninjau Pabrik Gula (PG) Mojo yang terletak di Desa Mojo Kabupaten Sragen. Pabrik Gula (PG) Mojo di Sragen menjadi salah satu pabrik gula tertua di Indonesia. PG Mojo menjadi satu dari tiga PG di Solo yang masih bertahan dan beroperasi. Aris Toharisman selaku Direktur Utama PT SGN menjelaskan water treatment dan manajemen air yang diyakini dapat mengembangkan usaha tebu sehingga menciptakan harga gula yang wajar.

Kunjungan berakhir di Regional 4 PTPN I yang bertempat di Kebun Arum/Wedi, Kabupaten Sleman. Tim Keasdepan serta Region Head Regional 3 PTPN I berkesempatan meninjau langsung Pabrik Tembakau yang didampingi oleh Mahmudi selaku Direktur Produksi Pengembangan PTPN III (Persero).

  • adminadmin
  • May 12, 2024
  • 0 Comments

Pengadilan Negeri Kotabumi melaksanakan sidang lapangan atas perkara lahan milik Perusahaan BUMN Regional 7 PTPN I yang sebelumnya PTPN VII (PTPN) seluas 461 Hektare yang saat ini dikuasai PT Bumi Madu Mandiri (BMM), Jumat (3/5/24) di Bungamayang, Lampung Utara. Proses hukum ini merupakan lanjutan dari gugatan bantahan dari PTPN atas Putusan perkara Nomor 8/Pdt.G/2014/PN.Bbu Jo. 9/Pdt.G/2016/PT.Tjk Jo. 2212 K/Pdt/2016 yang memenangkan PT BMM tertanggal 23 Mei 2018.

Sidang peninjauan lapangan dilakukan atas gugatan bantahan PTPN terhadap Penetapan Eksekusi Putusan Non Executable tersebut yang menyebutkan bahwa objek perkara berada di wilayah Kabupaten Way Kanan. Dalam sidang ini, ditemukan fakta di lapangan areal 461 Hektare jelas berada di wilayah Kabupaten Lampung Utara sehingga putusan tersebut salah objek (error in object) yang berakibatkan proses eksekusi yang dilakukan cacat material.

“Dalam gugatan bantahan atas perkara tersebut, kami bisa membuktikan bahwa objek perkara, yakni lahan seluas 461 hektare sebagaimana dalam putusan itu adalah salah objek. Dengan demikian, kami berkeyakinan bahwa pelaksanaan eksekusi yang dilaksanakan Pengadilan Negeri Kotabumi yang menerima delegasi Pengadilan Blambangan Umpu tersebut adalah cacat material dan cacat yuridis sehingga harus batal demi hukum,” kata Arief Chandra, Kuasa Hukum PTPN VII di lapangan.

Sidang lapangan dipimpin Ketua PN Kotabumi Edwin Adrian sebagai Hakim Ketua didampingi dua Hakim Anggota, yakni Hengky Alexander dan Muamar Azmar. Sebagai Pembantah, PTPN diwakili Kuasa Hukum Arief  Chandra, Jumiyati Kasubag Hukum, Manajer Kebun Bungamayang PT BCN, dan beberapa pejabat terkait. Dari PT BMM hadir Chairul Anom didampingi Harun, Munawar, Alfian, dan beberapa kuasa hukumnya. Pemkab Way Kanan sebagai salah satu pihak turut terbantah menghadirkan Barata Yunada, salah satu staf di Bagian Hukum.

Dimulai pada pukul 10.30 di Balai Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bungamayang, Lampung Utara, Edwin Adrian secara prosedural membuka dengan beberapa tahapan formal. Edwin menyatakan, sidang lapangan ini hanya untuk membuktikan bantahan PTPN sebagai pihak Pembantah tentang lokasi lahan objek perkara yang dimaksud dalam Penetapan Ekekusi Putusan yang digugat.

“Dalam sidang ini kami tidak membuka dialog. Kami hanya meminta para pihak untuk menjawab pertanyaan dari hakim dan menunjukkan bukti-bukti sesuai permintaan hakim,” kata Ketua Majelis Hakim.

Pada peninjauan lokasi objek perkara, pihak PTPN membuka peta dan menunjukkan tiga titik untuk diketahui dan dibuktikan di lapangan kepada Majelis Hakim. Pada titik pertama disebelah timur areal 461 Ha berbatasan dengan Sungai Way Papan Balak, dilokasi tersebut juga terdapat titik Patok 89. Dengan membuka peta dan memasang alat penentu kordinat lokasi (GPS), Arief Chandra menunjukkan titik tersebut sebagai batas lahan sekaligus batas wilayah Kabupaten Lampung Utara dengan Kabupaten Way Kanan.

“Di titik ini, yakni Patok pilar batas 89 adalah batas lahan sekaligus batas wilayah Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Way Kanan. Batas Wilayah Kabupaten secara fisik adalah berupa Sungai Way Papan Balak. Artinya, sangat jelas lahan objek perkara ini berada di wilayah Desa Negara Tulangbawang, Kabupaten Lampung Utara,” kata Arief Chandra yang didampingi Yuli, karyawan Bungamayang yang sejak 1996 terlibat aktif dalam pengelolaan lahan tersebut.

Namun demikian, saat diminta tanggapannya oleh Hakim, Chairul Anom dari PT BMM membantah Patok pilar batas 89 tersebut berada di Wilayah Desa Negara Tulangbawang. Ia mengatakan, titik tersebut berada di Desa Sukamaju yang merupakan pecahan dari Desa Sukadana Udik. Atas argumentasi tersebut, Majelis Hakim menyatakan akan mencatat sebagai bahan pada sidang selanjutnya.

Pada peninjauan di titik kedua yang dilaksanakan ba’da salat Jumat, Majelis Hakim dibawa ke sisi Barat objek perkara. Di titik ini pihak PTPN menyatakan lahan objek perkara berbatasan sebelah selatan dengan Sungai Way Papan Lunik, sebelah barat dengan Lahan Hutan Register 46 Way Hanakau.

“Sekali lagi saya ingatkan, hanya para pihak yang kami minta yang boleh bicara. Yang lainnya tidak kami terima,” kata Hakim Ketua Edwin Adrian saat terjadi adu argumentasi soal batas wilayah kampung antara Kepala Desa Tanah Abang dengan salah satu tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Negara Tulangbawang.

Peninjauan titik ketiga, Majelis Hakim dibawa ke Titik Perbatasan Wilayah Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Way Kanan. Penanda utama dari perbatasan itu adalah adanya tugu beton persegi empat dengan ukuran 100×100 cm yang dikenal patok Pilar Batas 88 setinggi satu meter yang berada di pinggir Sungai Way Papan Balak. Kepada Majelis Hakim, Arief Chandra menunjukkan areal objek perkara jelas berada di wilayah Kabupaten Lampung Utara yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Way Kanan.

“Ini adalah titik ketiga kita dengan batas fisik Wilayah Kabupaten Way Kanan dengan Kabupaten Lampung Utara berupa Sungai Way Papan Balak. Pilar Batas 88 ini juga pananda batas wilayah kabupaten yang dibangun oleh Pemprov Lampung. Lalu, di sebelah Utara berbatasan dengan Sungi Way Papan Balak, sebelah Barat berbatasan dengan Register 46 Way Hanakau, sebelah Timur dan Selatan adalah objek perkara lahan 461,” kata pengacara muda ini.

Kepada Majelis Hakim, Arief Chandra yang didampingi Jumiyati juga menyampaikan informasi bahwa saat agenda pencocokan batas (Konstatering) objek perkara yang akan dilaksanakan eksekusi,Juru Sita PN Kotabumi hanya melakukan pencocokan batas (Konstatering) pada satu titik ini. Ditambahkan juga informasi areal 461 Ha yang akan dilaksanakan eksekusi sebelumnya pada tahun 2006 pada areal yang sama juga pernah dilakukan eksekusi oleh PN Kota Bumi, adapun Berita Acara Pelaksanaan ekseksi tahun 2006 juga di perlihatkan dan diserahkan oleh Arief Chandra kepada Hakim yang memimpin Sidang Pemeriksaan Setempat sebagai pertimbangan bagi yang mulia hakim bahwasanya sejak dahulu areal 461 Ha ini jelas berada di Kabupaten Lampung Utara dengan batas utara Way Papan Balak.  

“Salah satu keberatan dan bantahan atas putusan tersebut adalah karena saat konstatering, pihak PN Kotabumi hanya mengambil satu titik, yakni di sini. Selain itu, kami PTPN VII sebagai Pihak Termohon Eksekusi tidak pernah menerima undangan pelaksanaan Konstatering dari PN Kotabumi. Sehingga kami pada saat pelaksanaan konstatering tidak hadir dan tidak bisa mengajukan keberatan.” kata Arief Chandra.

Diminta tanggapan oleh Majelis Hakim tentang keterangan Pembantah tentang titik ini, Chairul Anom kembali mengajukan sanggahan. Ia mengatakan, objek perkara berada di Wilayah Kabupaten Way Kanan.

“Sebelum Permendagri tahun 2019, lahan ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Way Kanan,” kata dia.(*)

  • adminadmin
  • May 12, 2024
  • 0 Comments

Sebagai langkah untuk memperkuat sektor perkebunan di Indonesia, Asisten Deputi (Asdep) Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Faturohman lakukan kunjungan langsung ke areal perkebunan tembakau terbaik milik Supporting Co – Regional 4 PT Perkebunan Nusantara I, Kebonarum, Klaten pada Jumat (03/05). Dalam kunjungan tersebut Faturrohman sekaligus melakukan pendalaman terhadap proses bisnis yang dilakukan Supporting Co- Regional 4 PTPN I.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung peningkatan kualitas produksi perkebunan di Indonesia, termasuk dalam hal ini tembakau. PTPN I Regional 4 telah dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap kualitas produksi dan inovasi dalam meningkatkan hasil produksi,” terang Faturohman.

Oleh karena itu, Faturohman pun memberikan beberapa arahan agar potensi yang dimiliki oleh Regional 4 PTPN I dapat terus terjaga dan mencapai hasil yang optimal.

“Untuk itu, telah kami sampaikan baik di sisi on farm maupun pengadaan kebutuhan sarana produksi dapat dimaksimalkan. Proteksi terhadap tanaman, hingga monitoring pengolahan tembakau perlu menjadi perhatian bagi semua,” tambah Faturohman saat dijumpai di Gudang Sortasi Tembakau Kebonarum.

Tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, dan sebagai unit usaha dari Subholding Supporting Co, Regional 4 PTPN I berkomitmen untuk terus menjaga serta meningkatkan kualitas tembakau yang dikelolanya.

“Secara kualitas dan potensi, tembakau kami memang telah diakui oleh beberapa negara dan yang terbaru, pangsa pasar kami telah merambah ke Eropa dan Amerika Latin. Dengan kualitas yang kami miliki, kami optimis hal ini mampu membawa peningkatan terhadap pendapatan perusahaan dan tentunya juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia sendiri,” ujar Subagiyo, Region Head Regional 4 PTPN I.

Subagiyo pun menambahkan bahwa produksi ekspor tembakau untuk tahun 2024 ditargetkan meningkat.

“Benar, di tahun 2024 ini kami targetkan produksi ekspor tembakau akan meningkat di angka 1.033 ton. Sehingga memang dibutuhkan beberapa strategi untuk mencapai angka tersebut, termasuk dukungan dari pemerintah. Untuk itu kami pun menyampaikan terima kasih atas dukungan serta arahan yang telah diberikan bapak Asdep, kami terus berkomitmen akan memberikan yang optimal,” pungkasnya.