• adminadmin
  • May 21, 2024
  • 0 Comments

Regional 4  PTPN I Jawa Timur, Rabu (15/5) mulai melakukan tanam perdana tembakau TBN (Tembakau Bawah Naungan), di Dusun Limbungsari Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Jember.

Dengan luas lahan yang mencapai 650 hektare lebih, Regional 4 PTPN I menargetkan, pada musim tanam tahun ini, bisa mencapai hasil yang lebih baik, dengan target 17 ton tembakau per hektare dalam satu musim.

SEVP Operation Regional 4 PTPN I Febri Ari Marpaung mengatakan, Regional 4 PTPN I memiliki luas kebun tembakau mencapai 700 hektare di Jember dan 50 hektare di Klaten.

“Tahun ini, dengan menggunakan lahan seluas 650 hektare, kami menargetkan hasil tembakau nanti, akan mencapai 17 ton lebih,” ujar Febry.

Febry menjelaskan, bahwa target yang dipatok tersebut, cukup beralasan, dikarenakan musim tanam perdana saat ini, tidak ada badai elnino, sehingga target tersebut dinilai cukup masuk akal, karena dengan cuaca yang baik, bisa meningkatkan kualitas mencapai 82 persen.

Jika target tersebut terlampui, maka panen yang dihasilkan bisa meningkat hingga mencapai 150 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

“Kalau target ini bisa terpenuhi, maka penghasilan dari komoditas tembakau ini bisa mencapai 150 persen,” pungkasnya. 

Masih kata febri, tembakau saat ini menjadi nilai lebih. Oleh karena itu, ia meminta petani di kebun tembakau untyuk membuktikan target Bersama dan kualitas NW 32 persen harus tercapai.

  • adminadmin
  • May 20, 2024
  • 0 Comments

Memasuki masa tanam tembakau 2024, Regional 4 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I tetapkan target produktivitas tembakau dapat mencapai 1,7 ton/ha. Dengan areal seluas 750 ha, produksi daun hijau diharapkan mampu mencapai 12.225 ton, dan memperoleh rendemen 10.

Untuk mencapai target tersebut, Subagiyo pun menjelaskan beberapa strategi yang disiapkan Regional 4 PTPN I. Beberapa hal dipersiapkan lebih awal sehingga dapat mendukung produksi. Hal – hal tersebut berupa penyediaan bahan dan barang kebutuhan sarana produksi dan peremajaan gudang pengering.

“Kami terus berupaya mematangkan strategi untuk mencapai target kinerja 2024. Kami juga akan terus meningkatkan sinergi dengan Pusat Penelitian Kebun Tembakau sebagai verifikator hasil operasional di setiap fase proses budidaya,” ungkap Subagiyo pada Jumat (17/05), di Surabaya.

Ia juga menjelaskan bahwa Regional 4 PTPN I berkomitmen untuk menghasilkan kualitas tembakau terbaik dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara optimal.

“Kami pastikan, melalui monitoring dan evaluasi yang optimal, kami akan terus berupaya untuk dapat mencapai produktivitas dan kualitas tembakau terbaik. Harapannya, dengan demikian tembakau PTPN I Regional 4 akan kembali dapat memenuhi kebutuhan pasar dunia di angka 1.033 ton,” imbuhnya.

Target produksi tembakau ekspor 2024 tersebut mengalami peningkatan sebesar 13 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan kualitas tembakau Regional 4 PTPN I yang telah diakui oleh berbagai negara di dunia seperti Filipina, Amerika, dan Jerman. Bahkan yang teranyar, Regional 4 PTPN I telah mendapatkan pangsa pasar terbaru dari Eropa dan Amerika Latin.

  • adminadmin
  • April 1, 2024
  • 0 Comments

Mendekati masa tanam tembakau, PTPN I Regional 4 terus mempersiapkan strategi untuk mencapai target kinerja tahun 2024. Berdasarkan Rencana Kerja Operasional (RKO) Tahun 2024, Kebun Tembakau menargetkan luas lahan 675 Ha dengan produktivitas daun hijau 17,46 Ton/Ha. Upaya-upaya pencapaian target terus dilakukan, baik dari sisi on farm, off farm, maupun dari aspek lingkungan dan sosial.

Di sisi on farm, penyediaan bahan dan barang kebutuhan sarana produksi akan dipercepat, ditunjang dengan kebutuhan sarana di gudang pengering. Selain itu, dilakukan monitoring hasil pengolahan tembakau melalui pra inspeksi bersama untuk mengecek kesesuaian dengan permintaan pasar.

“Pengecekan kesesuaian permintaan pasar ini dilakukan untuk dapat meminimalisir adanya rework dan reject oleh pembeli,” terang Subagiyo, Region Head PTPN I Regional 4. 

Selain di sisi on farm dan off farm, Kebun Tembakau juga mengelola aspek lingkungan dan sosial, salah satunya dengan menggandeng aparatur negara seperti Polsek, Polres, dan Komandan Rayon Militer (Danramil) setempat. Sinergitas dengan aparatur negara ini berupa kegiatan FGD yang rutin dilakukan setiap bulannya.

FGD dengan Polsek, Polres, dan Danramil ini membahas mengenai pengamanan aset-aset kebun tembakau, hingga pengawalan kelancaran operasional mulai dari tanam, panen, hingga pengiriman produksi tembakau milik PTPN I Regional 4, yang meliputi area kerja wilayah Jember dan sekitarnya. Pihak Polsek, Polres, dan Danramil ini nantinya berkomitmen untuk dapat mengatasi hambatan operasional kebun tembakau berupa tindakan tegas kepada para pihak yang mempengaruhi situasi kondusif, baik berupa tuntutan perdata dan pidana.

Pada satu sisi, Regional 4 juga memberikan kontribusi secara nyata pada lingkungan berupa serapan tenaga kerja. “Harapannya, adanya FGD yang intens dilakukan, seluruh stakeholder dari kebun tembakau bisa bersama-sama menyukseskan proses bisnis sehingga tembakau akan menjadi bisnis yang berkelanjutan dengan serapan tenaga kerja hingga 20.000 orang,” tambah Subagiyo. Serta pemberian bantuan-bantuan kepada masyarakat Jember seperti perbaikan fasilitas umum dan sarana ibadah yang memiliki dampak peningkatan kesejahteraan perekonomian daerah setempat. Manajemen PTPN I Regional 4 juga siap mendukung penuh setiap kegiatan yang dilakukan oleh aparatur negara. Sinergitas ini akan terus dijalin dan ditingkatkan, sehingga kondisi sosial dan lingkungan akan terus kondusif.

  • adminadmin
  • February 9, 2024
  • 0 Comments

Komoditas tembakau salah satu bisnis utama Regional 4 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I semakin meningkatkan kinerjanya di tahun 2024 ini. Rencana luas lahan tembakau yang akan ditanam adalah 750 Ha, berada di wilayah Kebun Ajong Gayasan, Kebun Kertosari, dan Kebun Klaten. Luasan tersebut meningkat 75 Ha jika dibandingkan dengan prognosa luas tahun 2023.

 “Pada komoditas tembakau, Regional 4 juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerjanya, salah satunya terbukti dari peningkatan luasan tanam tembakau. Hal ini menunjukkan bahwa tembakau produksi Regional 4 kian diminati oleh pasar ekspor,” terang Subagiyo, Region Head Regional 4 PTPN I

Pihaknya juga menyebut peningkatan lahan diiringi dengan target angka produksi ekspor tahun 2024 yaitu 1.033 Ton, naik 13% jika dibandingkan prognosa di tahun lalu. Sedangkan untuk produksi Natural Wrapper (NW) ditargetkan 32,1%, dimana ini merupakan lembaran tembakau dengan kualitas top grade.

Beberapa strategi akan dilakukan untuk mencapai target yang sudah dicanangkan. Di sisi on farm, penyediaan bahan dan barang kebutuhan sarana produksi akan dipercepat, ditunjang dengan kebutuhan sarana di gudang pengering. Selain itu, proteksi terhadap tanaman akan dilakukan secara intensif untuk menjaga dari serangan hama.

“Pengaturan pola tanam dan pola petik juga akan dilakukan supaya dapat mengoptimalkan isian gudang pengring serta memaksimalkan monitoring yang dilakukan,” tambah Subagiyo.

Manajemen juga akan melakukan monitoring hasil pengolahan tembakau melalui pra inspeksi bersama untuk mengecek kesesuaian dengan permintaan pasar. Sehingga dapat meminimalisir adanya rework dan reject oleh pembeli.

  • adminadmin
  • January 17, 2024
  • 0 Comments

Board of Regional Management PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 langsungkan kunjungan kerja ke kebun tembakau dan HGU tebu pada Kamis (11/01) hingga Jumat (12/01). Kunjungan kerja kali ini dalam rangka memperdalam potensi bisnis perusahaan khususnya untuk komoditas tembakau ke depan.

Adapun kunjungan dimulai dari Kebun Ajong Gayasan, Jember yang merupakan salah satu kebun dengan penghasil tembakau terbaik di Indonesia dan dilanjutkan dengan Kebun HGU Tebu Glenmore, Banyuwangi pada Kamis (11/01). Kunjungan kemudian berlanjut pada Jumat (12/01) ke Kebun HGU Baluran.

Melalui kunjungannya ke Kebun Ajong Gayasan, Subagiyo selaku Region Head PTPN I Regional 4 berdiskusi langsung dengan perwakilan buyer serta karyawan kebun. Sementara itu, Darmansyah Siregar selaku SEVP Operation PTPN I Regional 4 membuka ruang diskusi bersama koordinator serta manajer kebun mengenai potensi karet di HGU Glenmore. Sesi diskusi berfokus untuk membahas sejumlah langakh strategis dalam menghadapi potensi kendala serta memaksimalkan potensi bisnis yang dimiliki guna memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mencapai target kinerja tahun 2024.

“Kunjungan ini sebenarnya saya ingin mendengarkan secara langsung mengenai proses bisnis dari tembakau. Tahap awal kemarin, pak Darmansyah sudah memutuskan ada penambahan areal menjadi 50 ha untuk kebun tembakau di Kebun Klaten, mudah-mudahan semua teman-teman di sini siap untuk memberikan yang terbaik. Mari kita jadikan momentum ini sebagai peluang untuk berkontribusi secara positif,” terang Subagiyo.

Menyikapi kebijakan manajemen dalam menambah luasan areal, perwakilan karyawan Kebun Klaten yang turut hadir pun menyatakan kesiapannya dalam menjalankan amanah tersebut.

“Kami teman-teman di Kebun Klaten selalu optimis, pak. Kebun Klaten akan selalu sukses untuk menjalankan amanah ini. Bahkan harapan kami, kami bisa kembali di era dahulu, bisa melakukan tanam di atas 200 ha,” ujar salah satu perwakilan Kebun Klaten.

Kunjungan kali ini juga sekaligus momentum bagi Board of Regional Management PTPN I Regional 4 untuk dapat memberikan apresiasinya kepada karyawan yang telah mendukung kinerja operasional tembakau di Kebun Ajong Gayasan.

“Terima kasih ibu-ibu semua atas kerja sama ibu-ibu yang sudah memberikan kinerja terbaik, sehingga kita bisa melakukan penjualan tembakau dengan hasil yang maksimal,” ujar Darmansyah kepada karyawan Perempuan kebun Ajong Gayasan.

  • adminadmin
  • December 19, 2023
  • 0 Comments

Pasca aksi korporasi pembentukan Sub Holding pada 1 Desember 2023 lalu, Regional 4 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mencatatkan angka kinerja produksi yang positif di akhir tahun 2023. Regional 4 ini berfokus dalam optimalisasi aset perkebunan serta pengelolaan komoditas tebu dan tembakau. Pada komoditas tebu, luas lahan yang dikelola tercapai 4.932 Ha dengan produksi tebu sejumlah 302.042 ton. Dari angka rendemen mengalami peningkatan dari 7,46% pada 2022 menjadi 7,67% di tahun  ini.

“Kinerja di tahun 2023 ini sangat memuaskan karena beberapa target-target produksi tercapai secara optimal. Hal ini tentu membawa optimisme untuk terus meningkatkan  kinerja tahun 2024 dengan entitas baru sebagai Regional 4,” ungkap Subagiyo, Region Head Regional 4.

Peningkatan kinerja ini dipengaruhi dengan adanya perbaikan dari sisi pengelolaan tebu,  dimana monitoring dan evaluasi sangat ketat dilakukan di masing-masing HGU miliki Regional 4. Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk melihat kesesuaian pekerjaan di lahan dengan perencanaan yang telah disusun manajemen.

Ke depannya, melalui Regional 4, kinerja pada komoditas tebu di bawah Holding Perkebunan Nusantara akan meningkat secara signifikan. Peningkatan tersebut mulai  dari angka produktivitas, rendemen, hingga produksi tebu.

Tahun 2024 mendatang, Regional 4 memproyeksikan peningkatan di beberapa indikator produksi, meliputi luasan lahan, produksi tebu, dan rendemen. Berdasarkan perhitungan Taksasi Desember 2023/2024, luasan lahan yang akan dicapai yaitu 5.398 Ha dengan produksi tebu sejumlah 413.512 Ton dan rendemen mencapai 8,01%.

 “Pasca terbentuknya Sub Holding, Regional 4 merupakan penggabungan dua perusahaan yaitu PTPN X dan PTPN XI. Penggabungan ini mengartikan luasan lahan tebu yang dikelola akan semakin besar, sehingga pencapaian di tahun 2024 optimis juga akan meningkat,” tambah Subagiyo.

Transformasi bisnis dengan pembentukan Sub Holding ini juga akan linear dilakukan pada internal Regional 4, dimana salah satunya melalui penggabungan dan penataan SDM unggul sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Harapannya, penataan SDM ini akan membawa kinerja Regional 4 menjadi lebih baik, dari sisi pengelolaan komoditas tebu dan tembakau miliknya, maupun di sisi pengoptimalan aset.