• adminadmin
  • February 9, 2024
  • 0 Comments

Komoditas tembakau salah satu bisnis utama Regional 4 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I semakin meningkatkan kinerjanya di tahun 2024 ini. Rencana luas lahan tembakau yang akan ditanam adalah 750 Ha, berada di wilayah Kebun Ajong Gayasan, Kebun Kertosari, dan Kebun Klaten. Luasan tersebut meningkat 75 Ha jika dibandingkan dengan prognosa luas tahun 2023.

 “Pada komoditas tembakau, Regional 4 juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerjanya, salah satunya terbukti dari peningkatan luasan tanam tembakau. Hal ini menunjukkan bahwa tembakau produksi Regional 4 kian diminati oleh pasar ekspor,” terang Subagiyo, Region Head Regional 4 PTPN I

Pihaknya juga menyebut peningkatan lahan diiringi dengan target angka produksi ekspor tahun 2024 yaitu 1.033 Ton, naik 13% jika dibandingkan prognosa di tahun lalu. Sedangkan untuk produksi Natural Wrapper (NW) ditargetkan 32,1%, dimana ini merupakan lembaran tembakau dengan kualitas top grade.

Beberapa strategi akan dilakukan untuk mencapai target yang sudah dicanangkan. Di sisi on farm, penyediaan bahan dan barang kebutuhan sarana produksi akan dipercepat, ditunjang dengan kebutuhan sarana di gudang pengering. Selain itu, proteksi terhadap tanaman akan dilakukan secara intensif untuk menjaga dari serangan hama.

“Pengaturan pola tanam dan pola petik juga akan dilakukan supaya dapat mengoptimalkan isian gudang pengring serta memaksimalkan monitoring yang dilakukan,” tambah Subagiyo.

Manajemen juga akan melakukan monitoring hasil pengolahan tembakau melalui pra inspeksi bersama untuk mengecek kesesuaian dengan permintaan pasar. Sehingga dapat meminimalisir adanya rework dan reject oleh pembeli.

  • adminadmin
  • January 17, 2024
  • 0 Comments

Board of Regional Management PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 langsungkan kunjungan kerja ke kebun tembakau dan HGU tebu pada Kamis (11/01) hingga Jumat (12/01). Kunjungan kerja kali ini dalam rangka memperdalam potensi bisnis perusahaan khususnya untuk komoditas tembakau ke depan.

Adapun kunjungan dimulai dari Kebun Ajong Gayasan, Jember yang merupakan salah satu kebun dengan penghasil tembakau terbaik di Indonesia dan dilanjutkan dengan Kebun HGU Tebu Glenmore, Banyuwangi pada Kamis (11/01). Kunjungan kemudian berlanjut pada Jumat (12/01) ke Kebun HGU Baluran.

Melalui kunjungannya ke Kebun Ajong Gayasan, Subagiyo selaku Region Head PTPN I Regional 4 berdiskusi langsung dengan perwakilan buyer serta karyawan kebun. Sementara itu, Darmansyah Siregar selaku SEVP Operation PTPN I Regional 4 membuka ruang diskusi bersama koordinator serta manajer kebun mengenai potensi karet di HGU Glenmore. Sesi diskusi berfokus untuk membahas sejumlah langakh strategis dalam menghadapi potensi kendala serta memaksimalkan potensi bisnis yang dimiliki guna memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mencapai target kinerja tahun 2024.

“Kunjungan ini sebenarnya saya ingin mendengarkan secara langsung mengenai proses bisnis dari tembakau. Tahap awal kemarin, pak Darmansyah sudah memutuskan ada penambahan areal menjadi 50 ha untuk kebun tembakau di Kebun Klaten, mudah-mudahan semua teman-teman di sini siap untuk memberikan yang terbaik. Mari kita jadikan momentum ini sebagai peluang untuk berkontribusi secara positif,” terang Subagiyo.

Menyikapi kebijakan manajemen dalam menambah luasan areal, perwakilan karyawan Kebun Klaten yang turut hadir pun menyatakan kesiapannya dalam menjalankan amanah tersebut.

“Kami teman-teman di Kebun Klaten selalu optimis, pak. Kebun Klaten akan selalu sukses untuk menjalankan amanah ini. Bahkan harapan kami, kami bisa kembali di era dahulu, bisa melakukan tanam di atas 200 ha,” ujar salah satu perwakilan Kebun Klaten.

Kunjungan kali ini juga sekaligus momentum bagi Board of Regional Management PTPN I Regional 4 untuk dapat memberikan apresiasinya kepada karyawan yang telah mendukung kinerja operasional tembakau di Kebun Ajong Gayasan.

“Terima kasih ibu-ibu semua atas kerja sama ibu-ibu yang sudah memberikan kinerja terbaik, sehingga kita bisa melakukan penjualan tembakau dengan hasil yang maksimal,” ujar Darmansyah kepada karyawan Perempuan kebun Ajong Gayasan.

  • adminadmin
  • December 19, 2023
  • 0 Comments

Pasca aksi korporasi pembentukan Sub Holding pada 1 Desember 2023 lalu, Regional 4 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mencatatkan angka kinerja produksi yang positif di akhir tahun 2023. Regional 4 ini berfokus dalam optimalisasi aset perkebunan serta pengelolaan komoditas tebu dan tembakau. Pada komoditas tebu, luas lahan yang dikelola tercapai 4.932 Ha dengan produksi tebu sejumlah 302.042 ton. Dari angka rendemen mengalami peningkatan dari 7,46% pada 2022 menjadi 7,67% di tahun  ini.

“Kinerja di tahun 2023 ini sangat memuaskan karena beberapa target-target produksi tercapai secara optimal. Hal ini tentu membawa optimisme untuk terus meningkatkan  kinerja tahun 2024 dengan entitas baru sebagai Regional 4,” ungkap Subagiyo, Region Head Regional 4.

Peningkatan kinerja ini dipengaruhi dengan adanya perbaikan dari sisi pengelolaan tebu,  dimana monitoring dan evaluasi sangat ketat dilakukan di masing-masing HGU miliki Regional 4. Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk melihat kesesuaian pekerjaan di lahan dengan perencanaan yang telah disusun manajemen.

Ke depannya, melalui Regional 4, kinerja pada komoditas tebu di bawah Holding Perkebunan Nusantara akan meningkat secara signifikan. Peningkatan tersebut mulai  dari angka produktivitas, rendemen, hingga produksi tebu.

Tahun 2024 mendatang, Regional 4 memproyeksikan peningkatan di beberapa indikator produksi, meliputi luasan lahan, produksi tebu, dan rendemen. Berdasarkan perhitungan Taksasi Desember 2023/2024, luasan lahan yang akan dicapai yaitu 5.398 Ha dengan produksi tebu sejumlah 413.512 Ton dan rendemen mencapai 8,01%.

 “Pasca terbentuknya Sub Holding, Regional 4 merupakan penggabungan dua perusahaan yaitu PTPN X dan PTPN XI. Penggabungan ini mengartikan luasan lahan tebu yang dikelola akan semakin besar, sehingga pencapaian di tahun 2024 optimis juga akan meningkat,” tambah Subagiyo.

Transformasi bisnis dengan pembentukan Sub Holding ini juga akan linear dilakukan pada internal Regional 4, dimana salah satunya melalui penggabungan dan penataan SDM unggul sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Harapannya, penataan SDM ini akan membawa kinerja Regional 4 menjadi lebih baik, dari sisi pengelolaan komoditas tebu dan tembakau miliknya, maupun di sisi pengoptimalan aset.